Cari Blog Ini

Selasa, 24 Maret 2015

BAB III



BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dimaksudkan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fisika pada materi pokok Fluida siswa kelas XI IPA semester II SMA Swasta Muhammadiyah Kendari yaitu siswa kelas eksperimen dengan penerapan metode demonstrasi pada proses pembelajaran dan siswa kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.
B.     Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 8 Januari sampai dengan 29 Maret 2011 pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
C.    Populasi dan Sampel Penelitian
1.      Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari yang terdaftar pada tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 42 orang yang terdistribusi ke dalam 2 kelas paralel seperti pada Tabel 3.1 berikut :

Tabel. 3.1 Distribusi Populasi Penelitian
No
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki-Laki
Perempuan
1
XI IPA IPA1
7
15
22
2
XI IPA IPA2
1
19
20
Jumlah
8
34
42
Sumber: Data dari kantor SMA Swasta Muhammadiyah Kendari
2.      Sampel
Populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel total). Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian pada materi pokok kesetimbangan benda tegar sebelum materi pokok fluida  kelas XI IPA semester genap SMA Swasta Muhammadiyah Kendari tahun ajaran 2010/2011. Dari data yang diperoleh ditentukan kelas XI IPA2 dengan jumlah siswa 20 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 22 orang yang dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut.
Tabel 3.2  Sampel Penelitian
Kelas
Jenis Kelamin
Kelas
Laki-Laki
Perempuan
XI IPA IPA2
1
19
Eksperimen
XI IPA IPA1
7
15
Kontrol
Jumlah
8
34


D.    Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Pre test-Post test Control Group Design (Tuckman, 1978: 132). Disini dapat digambarkan sebagai berikut.
E          O1        X         O2
K         O3        _          O4                         
Keterangan:
X         =          Perlakuan, yaitu metode demonstrasi pada proses pembelajaran
-          =          Tanpa perlakuan, yaitu model pembelajaran konvensional
O1        =          Pre-test siswa kelas eksperimen
O3        =          Pre-test siswa kelas kontrol
O2          =          Post-test siswa kelas eksperimen
O4        =          Post-test siswa kelas kontrol
E.     Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi pada proses pembelajaran dan model pembelajaran konvensional, sedangkan yang menjadi variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa.
F.     Prosedur Penelitian
a.       Perencanaan Penelitian
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1)      Melakukan observasi pada tempat penelitian untuk mengetahui keadaan sekolah dan jumlah kelas populasi yang dijadikan obyek penelitian serta kegiatan pembelajaran dan hasil belajar yang dicapai.
2)     Pemilihan kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan melihat nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran fisika sebelum materi pokok Fluida kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari pada semester genap tahun ajaran 2010/2011.
3)    Menyusun instrumen tes hasil belajar materi pokok fluida berbentuk objektif dengan jumlah 30 soal.
4)     Melakukan uji coba instrumen tes hasil belajar fisika materi pokok Fluida pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari yang telah melaksanakan pembelajaran pada materi pokok Fluida.
5)     Melakukan analisis instrumen hasil uji coba tes hasil belajar fisika materi pokok Fluida untuk menentukan validitas setiap item, reliabilitas tes, daya pembeda setiap item dan tingkat kesukaran setiap item.
b.      Pelaksanaan Eksperimen
Penelitian ini sifatnya kolaborasi antara peneliti dan guru mata pelajaran Fisika.
1)      Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran yang kemudian didiskusikan kepada guru mata pelajaran fisika kelas XI IPA di SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
2)      Peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan demonstrasi.
3)      Sebelum dilakukan pembelajaran mengenai penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran terlebih dahulu diberikan pre-test baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol guna mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran materi pokok Fluida.
4)      Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran atau pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Cara penyampaian materi pada kelas eksperimen yaitu dengan metode demonstrasi sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam RPP serta menggunakan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti, sedangkan pada kelas kontrol pengajaran dilakukan dengan modelpembelajaran konvensional oleh guru fisika di sekolah tersebut.
5)      Memberikan post-test baik pada kelas eksperimen yang diajar dengan metode demonstrasi maupun kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran konvensional setelah pembelajaran pada materi pokok Fluida untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diukur dengan tes hasil belajar.
c.       Evaluasi/Analisis
1)      Menganalisis data hasil penelitian untuk menguji hipotesis.
2)      Membandingkan hasil yang telah dicapai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah pembelajaran materi pokok Fluida.
3)      Menginterprestasi data hasil penelitian dalam suatu laporan hasil penelitian.

G.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes hasil belajar dan lembar observasi. Tes hasil belajar dibuat dalam bentuk pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Tes ini dimaksudkan untuk melihat pemahaman/kemampuan siswa dalam memahami konsep fisika yang tercakup pada materi pokok Fluida statis dan fluida dinamis . Tes tersebut disusun atas tingkat kognitif yaitu C1, C2, C3 dan C4 dengan pilihan skor, jika jawaban benar diberi skor 1 dan jika jawaban salah diberi skor 0. Sehingga jumlah skor totalnya yaitu 30.
Sebelum digunakan instrumen tersebut dilakukan tes uji coba untuk mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran soal, dan daya pembeda tes tersebut pada kelas yang telah melaksanakan pembelajaran pada materi pokok Fluida.
H.      Analisis Instrumen
Untuk keperluan data dibutuhkan suatu tes yang baik. Tes yang baik biasanya memenuhi criteria validitas tinggi, reliabilitas tinggi, daya pembeda yang baik dan tingkat kesukaran yang layak. Untuk mengetahui karakteristik kualitas tes yang digunakan tersebut, maka sebelum dipergunakan seharusnya tes tersebut diuji coba untuk mendapatkan gambaran validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukarannya. Langkah-langkah pengujian instrumen adalah sebagai berikut:

1.         Analisis validitas
 Untuk pengujian validitas item digunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar yaitu mengkorelasikan jumlah skor pada setiap item dengan skor totalnya dengan rumus :
       
                                                                                          (Arikunto, 2005)
  dengan :
  X  =  skor item
  Y   =  skor total
  N   =  jumlah subyek
  =  korelasi product moment yang dicari
Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu butir soal digunakan kriteria: jika  pada taraf signifikansi  dan , maka butir soal tersebut dikatakan valid dan jika sebaliknya dikatakan tidak valid atau invalid.
Hasil validatias item setiap soal yakni terlihat pada Lampiran – 8, dimana jika soal tidak valid maka soal tersebut direvisi atau tidak digunakan. Sehingga diperoleh soal yang valid sebanyak 24 soal sedangkan yang tidak valid 6 butir soal.


2.         Analisis Reliabilitas
Untuk menentukan reliabilitas item digunakan rumus Kuder Richardson 20 (KR-20) yaitu :
                                                  (Arikunto, 2005)
dengan:
        =  reliabilitas tes secara keseluruhan
N         =  banyaknya item
p          =  proporsi subyek menjawab item dengan benar
q          = proporsi subyek menjawab item dengan salah (q = 1 – p)
         =  jumlah hasil kali antara p dan q
S          = standar deviasi skor keseluruhan peserta tes.
Setelah diperoleh nilai r11 selanjutnya dibandingkan dengan rtab dengan kriteria pengujian jika r11 > r­tab maka alat ukur tersebut reliabel dan jika r11 ≤ rtab maka alat tersebut tidak reliabel. Pengujian dilakukan pada α = 0,05.
3.         Tingkat kesukaran tes
Tingkat kesukaran tes dihitung dengan rumus:
                       (Arikunto,  2005)  
dengan:
         B        =  banyaknya siswa yang menjawab benar butir soal   ke-i
         JS       =  jumlah siswa peserta tes
   TK      =  jingkat kesukaran

     Tabel 3.3 Kategori Tingkat Kesukaran
Nilai p
Kategori
p < 0,3
0,3  p 0,7
p > 0,7
Sukar
Sedang
Mudah
                                                                         (Arikunto,2009:210)
Hasil analisis tingkat kesukaran item soal dapat dilihat pada Lampiran - 9
4.         Daya pembeda tes
Daya pembeda tes merupakan kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut Indeks diskriminasi (D). Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah:   
D =  -                                                                  
Keterangan :
D        =  Daya pembeda
  =  Jumlah peserta tes yang menjawab benar pada kelompok atas
  =  Jumlah peserta tes yang menjawab benar pada kelompok bawah
 nA      =  Jumlah peserta tes kelompok atas
 nB      =  Jumlah peserta tes kelompok bawah

Dengan kategori penafsiran sebagai berikut:
Tabel 3.4. Kategori penafsiran daya pembeda
Nilai D
Klasifikasi
< 0,20
0,20 ≤ DP < 0,40
0,40 ≤ DP < 0,70
0,70 ≤ DP ≤ 1,00
Bertanda negatif
Jelek
Cukup
Baik
Sangat baik
Jelek sekali
                                                                                    ( Arikunto,2009:218)
Adapun hasil analisis daya pembeda yang diperoleh untuk setiap item soal terlihat pada Lampiran - 10
I.       Teknik Pengumpulan Data
Data mengenai hasil belajar fisika diambil dengan menggunakan tes hasil belajar yang dikembangkan berdasarkan ruang lingkup materi pokok Fluida berupa tes sumatif dilaksanakan melalui pre-test dan post-test.
J.      Teknik Analisis Data
a.         Analisis deskriptif
1)        Menentukan nilai hasil belajar
Skor yang diperoleh siswa pada saat pre-test dan post-test dikonversi ke dalam bentuk nilai, dengan skala 0 sampai 100. Untuk mengkonversi skor ke dalam bentuk nilai digunakan rumus sebagai berikut:
Nilai  = 
(Usman, 1993 : 172)
2)      Menentukan nilai rata-rata
=                                 ( Sudjana, 2002 )
dengan :
    =   nilai rata-rata
Xi       =   skor tiap-tiap siswa
N      =  jumlah siswa                             
3)      Menghitung standar deviasi masing-masing peubah dengan rumus:
Sd =                                 (Sudjana, 2002)
4)      Mengklasifikasikan nilai menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi untuk mengkategorikan nilai hasil belajar ke dalam kategori tinggi, sedang dan rendah digunakan rumus berikut:
                         (Arikunto, 2005)
dengan :
                             : kategori tinggi
            : kategori sedang
                             : kategori rendah
5)       Menentukan nilai gain atau peningkatan hasil belajar
Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dihitung dengan menggunakan rumus g faktor (gain score normalized) dengan rumus:
                             (Meltzar, 2002)     
dengan :
 g        = gain
  = skor post-test
   = skor pre-test
 = skor maksimum ideal     
Untuk mengkategorikan gain nilai hasil belajar siswa diterapkan pengkategorian sebagai berikut:
Kategori tinggi jika              :
Kategori sedang jika            :
Kategori rendah jika                        :
b.      Statistik inferensial
Pengujian dasar analisis berupa pengujian normalitas dan pengujian homogenitas data.
1.        Uji normalitas data
Menguji normalitas data pre-test, post-test dan gain hasil belajar masing-masing kelas sampel. Uji yang digunakan untuk menghitung normalitas adalah uji shapiro-wilk dengan signifikansi α = 0,05. Untuk analisis uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran 19.
2.        Uji homogenitas data
Melakukan uji homogenitas data dengan menggunakan Analisis Varians (Anova) melalui SPSS versi 15. Dengan kriteria pengujian jika nilai signifikansi > 0,05 berarti homogen dan jika signifikansi < 0,05 maka tidak homogen (Riduwan, 2007).
Untuk analisis uji homogenitas dapat dilihat pada Tabel 4.5.
3.    Pengujian hipotesis penelitian
Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan uji beda rata-rata (uji-t) data pre-test, post-test serta nilai gain hasil belajar dalam program SPSS versi 15. Data pengujian hipotesis dapat dilihat pada Lampiran 21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar