BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Jenis
Penelitian
Penelitian ini
termasuk jenis penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini dimaksudkan
untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fisika
pada
materi pokok Fluida siswa kelas XI IPA semester II SMA Swasta
Muhammadiyah Kendari yaitu
siswa kelas eksperimen dengan penerapan metode demonstrasi pada
proses pembelajaran dan siswa
kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 8
Januari sampai dengan 29 Maret 2011 pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi dalam
penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari yang terdaftar pada tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 42 orang yang terdistribusi ke dalam 2 kelas paralel seperti pada Tabel 3.1 berikut :
Tabel.
3.1 Distribusi Populasi Penelitian
No
|
Kelas
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
|||
1
|
XI
IPA IPA1
|
7
|
15
|
22
|
2
|
XI
IPA IPA2
|
1
|
19
|
20
|
Jumlah
|
8
|
34
|
42
|
|
Sumber: Data dari kantor SMA Swasta Muhammadiyah Kendari
2. Sampel
Populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan
sebagai sampel penelitian (sampel total). Penentuan kelas kontrol dan kelas
eksperimen dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian pada materi pokok
kesetimbangan benda tegar sebelum materi pokok fluida kelas XI IPA semester genap SMA Swasta Muhammadiyah
Kendari tahun ajaran 2010/2011. Dari data yang diperoleh ditentukan kelas XI IPA2 dengan jumlah siswa 20 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI
IPA1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 22 orang yang dapat dilihat pada Tabel
3.2 berikut.
Tabel 3.2 Sampel
Penelitian
Kelas
|
Jenis
Kelamin
|
Kelas
|
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
||
XI IPA IPA2
|
1
|
19
|
Eksperimen
|
XI IPA IPA1
|
7
|
15
|
Kontrol
|
Jumlah
|
8
|
34
|
|
D. Desain Penelitian
Penelitian ini
adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Pre test-Post
test Control Group Design (Tuckman, 1978: 132). Disini dapat digambarkan sebagai berikut.
E O1 X O2
K O3 _ O4
Keterangan:
X = Perlakuan,
yaitu metode
demonstrasi pada proses pembelajaran
- = Tanpa
perlakuan, yaitu model pembelajaran konvensional
O1 = Pre-test siswa kelas
eksperimen
O3 = Pre-test siswa kelas
kontrol
O2 =
Post-test siswa kelas
eksperimen
O4
= Post-test siswa kelas kontrol
E. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel
terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan
menerapkan metode demonstrasi pada proses
pembelajaran dan model pembelajaran konvensional, sedangkan yang menjadi variabel
terikatnya adalah hasil belajar siswa.
F. Prosedur Penelitian
a. Perencanaan
Penelitian
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai
berikut :
1)
Melakukan
observasi pada tempat penelitian untuk mengetahui keadaan sekolah dan jumlah
kelas populasi yang dijadikan obyek penelitian serta kegiatan pembelajaran dan
hasil belajar yang dicapai.
2)
Pemilihan
kelas kontrol
dan kelas eksperimen dilakukan dengan
melihat nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran fisika sebelum
materi pokok Fluida kelas XI
IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari pada semester genap tahun ajaran 2010/2011.
3)
Menyusun
instrumen tes hasil belajar materi pokok fluida berbentuk objektif dengan jumlah 30 soal.
4)
Melakukan
uji coba instrumen tes hasil belajar fisika materi pokok Fluida
pada siswa kelas XI IPA SMA Swasta
Muhammadiyah Kendari yang telah melaksanakan pembelajaran pada materi pokok Fluida.
5)
Melakukan
analisis instrumen hasil uji coba tes hasil belajar fisika materi pokok Fluida
untuk menentukan validitas setiap item, reliabilitas tes,
daya pembeda setiap item dan tingkat kesukaran setiap item.
b. Pelaksanaan Eksperimen
Penelitian ini
sifatnya kolaborasi antara peneliti dan guru mata pelajaran Fisika.
1)
Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai penerapan metode
demonstrasi pada pembelajaran
yang kemudian didiskusikan kepada guru mata pelajaran fisika kelas XI
IPA di SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
2)
Peneliti
menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan demonstrasi.
3)
Sebelum
dilakukan pembelajaran mengenai penerapan metode demonstrasi pada
pembelajaran terlebih dahulu
diberikan pre-test baik pada kelas
eksperimen maupun kelas kontrol guna mengetahui kemampuan awal siswa sebelum
pembelajaran materi pokok Fluida.
4)
Menyelenggarakan
kegiatan pembelajaran atau pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Cara penyampaian materi pada kelas eksperimen yaitu dengan metode
demonstrasi sesuai dengan
langkah-langkah yang terdapat dalam RPP serta menggunakan alat dan bahan yang
dibutuhkan dalam pengajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti,
sedangkan pada kelas kontrol pengajaran dilakukan dengan modelpembelajaran
konvensional oleh guru fisika di
sekolah tersebut.
5)
Memberikan
post-test baik pada kelas eksperimen
yang diajar dengan metode demonstrasi maupun kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran
konvensional setelah pembelajaran pada materi pokok Fluida
untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diukur dengan
tes hasil belajar.
c. Evaluasi/Analisis
1)
Menganalisis
data hasil penelitian untuk menguji hipotesis.
2)
Membandingkan
hasil yang telah dicapai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah
pembelajaran materi pokok Fluida.
3)
Menginterprestasi
data hasil penelitian dalam suatu laporan hasil penelitian.
G. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
berupa tes hasil belajar dan lembar observasi. Tes hasil belajar dibuat dalam
bentuk pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Tes ini dimaksudkan untuk
melihat pemahaman/kemampuan siswa dalam memahami konsep fisika yang tercakup
pada materi pokok Fluida statis dan fluida dinamis . Tes tersebut disusun
atas tingkat kognitif yaitu C1, C2, C3 dan C4 dengan pilihan skor, jika
jawaban benar diberi skor 1 dan jika jawaban salah diberi skor 0. Sehingga jumlah skor totalnya yaitu 30.
Sebelum digunakan instrumen tersebut dilakukan tes uji
coba untuk mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran soal,
dan daya pembeda tes tersebut pada kelas yang telah melaksanakan
pembelajaran pada materi pokok Fluida.
H.
Analisis
Instrumen
Untuk keperluan
data dibutuhkan suatu tes yang baik. Tes yang baik biasanya memenuhi criteria
validitas tinggi, reliabilitas tinggi, daya pembeda yang baik dan tingkat
kesukaran yang layak. Untuk mengetahui karakteristik kualitas tes yang
digunakan tersebut, maka sebelum dipergunakan seharusnya tes tersebut diuji
coba untuk mendapatkan gambaran validitas, reliabilitas, daya pembeda dan
tingkat kesukarannya. Langkah-langkah pengujian instrumen adalah sebagai
berikut:
1.
Analisis validitas
Untuk pengujian validitas item digunakan rumus
korelasi product moment dengan angka
kasar yaitu mengkorelasikan jumlah skor pada setiap item dengan skor totalnya
dengan rumus :
(Arikunto, 2005)
dengan :
X = skor
item
Y =
skor total
N
= jumlah subyek
= korelasi product moment yang dicari
Untuk menentukan
valid atau tidaknya suatu butir soal digunakan kriteria: jika
pada taraf signifikansi
dan
, maka butir
soal tersebut dikatakan valid dan jika sebaliknya dikatakan tidak valid atau
invalid.
Hasil validatias item setiap soal yakni terlihat pada Lampiran – 8, dimana jika soal tidak
valid maka soal tersebut direvisi atau tidak digunakan. Sehingga diperoleh soal
yang valid sebanyak 24 soal sedangkan yang tidak valid 6 butir soal.
2.
Analisis Reliabilitas
Untuk menentukan reliabilitas item digunakan rumus Kuder Richardson 20 (KR-20) yaitu :
(Arikunto, 2005)
dengan:
= reliabilitas tes secara keseluruhan
N = banyaknya item
p =
proporsi subyek menjawab item dengan benar
q = proporsi subyek menjawab item dengan salah (q = 1 – p)
= jumlah hasil kali antara p dan q
S = standar deviasi skor keseluruhan peserta tes.
Setelah diperoleh
nilai r11 selanjutnya dibandingkan dengan rtab dengan
kriteria pengujian jika r11 > rtab maka alat ukur
tersebut reliabel dan jika r11 ≤ rtab maka alat tersebut
tidak reliabel. Pengujian dilakukan pada α = 0,05.
3.
Tingkat
kesukaran tes
Tingkat kesukaran tes dihitung
dengan rumus:
(Arikunto, 2005)
dengan:
B = banyaknya siswa yang menjawab benar butir
soal ke-i
JS = jumlah siswa peserta tes
TK =
jingkat kesukaran
Tabel 3.3 Kategori Tingkat Kesukaran
Nilai
p
|
Kategori
|
p < 0,3
0,3
p
0,7
p > 0,7
|
Sukar
Sedang
Mudah
|
(Arikunto,2009:210)
Hasil analisis tingkat kesukaran item soal dapat dilihat pada Lampiran - 9
4.
Daya
pembeda tes
Daya
pembeda tes merupakan kemampuan
suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa
yang berkemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut
Indeks diskriminasi (D). Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah:
D =
-
Keterangan
:
D = Daya pembeda
=
Jumlah peserta tes yang menjawab benar pada kelompok atas
= Jumlah peserta tes yang menjawab benar pada
kelompok bawah
nA
= Jumlah peserta tes kelompok atas
nB
= Jumlah peserta tes kelompok bawah
Dengan
kategori penafsiran sebagai berikut:
Tabel
3.4. Kategori penafsiran daya pembeda
Nilai
D
|
Klasifikasi
|
<
0,20
0,20
≤ DP < 0,40
0,40
≤ DP < 0,70
0,70
≤ DP ≤ 1,00
Bertanda
negatif
|
Jelek
Cukup
Baik
Sangat
baik
Jelek
sekali
|
(
Arikunto,2009:218)
Adapun hasil
analisis daya pembeda yang diperoleh untuk setiap item soal terlihat pada Lampiran - 10
I. Teknik
Pengumpulan Data
Data mengenai hasil
belajar fisika diambil dengan menggunakan tes hasil belajar yang dikembangkan
berdasarkan ruang lingkup materi pokok Fluida berupa tes sumatif dilaksanakan melalui pre-test dan post-test.
J.
Teknik
Analisis Data
a.
Analisis
deskriptif
1)
Menentukan nilai hasil belajar
Skor yang diperoleh siswa pada saat pre-test dan post-test dikonversi ke dalam bentuk nilai, dengan skala 0 sampai
100. Untuk mengkonversi skor ke dalam bentuk nilai digunakan rumus sebagai
berikut:
Nilai =
(Usman,
1993 : 172)
2) Menentukan
nilai rata-rata
=
(
Sudjana, 2002 )
dengan
:
=
nilai rata-rata
Xi = skor tiap-tiap siswa
N =
jumlah siswa
3) Menghitung
standar deviasi masing-masing peubah dengan rumus:
Sd
=
(Sudjana, 2002)
4) Mengklasifikasikan
nilai menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi untuk mengkategorikan
nilai hasil belajar ke dalam kategori tinggi, sedang dan rendah digunakan rumus
berikut:
(Arikunto,
2005)
dengan
:
: kategori tinggi
: kategori sedang
: kategori rendah
5)
Menentukan nilai gain atau peningkatan hasil belajar
Untuk melihat
peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol, dihitung dengan menggunakan rumus g faktor (gain score normalized) dengan rumus:
(Meltzar,
2002)
dengan :
g
= gain
= skor post-test
= skor pre-test
= skor maksimum ideal
Untuk
mengkategorikan gain nilai hasil
belajar siswa diterapkan pengkategorian sebagai berikut:
Kategori tinggi jika :
Kategori sedang jika :
Kategori rendah
jika :
b.
Statistik
inferensial
Pengujian dasar analisis berupa pengujian normalitas
dan pengujian homogenitas data.
1.
Uji normalitas data
Menguji normalitas data pre-test, post-test dan gain
hasil belajar masing-masing kelas sampel. Uji yang digunakan untuk menghitung
normalitas adalah uji shapiro-wilk dengan
signifikansi α = 0,05. Untuk analisis uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran 19.
2.
Uji homogenitas data
Melakukan uji homogenitas data dengan menggunakan Analisis
Varians (Anova) melalui SPSS versi 15. Dengan kriteria pengujian
jika nilai signifikansi > 0,05 berarti homogen dan jika signifikansi <
0,05 maka tidak homogen (Riduwan, 2007).
Untuk analisis uji homogenitas dapat dilihat pada Tabel 4.5.
3. Pengujian
hipotesis penelitian
Pengujian
hipotesis penelitian dilakukan dengan uji beda rata-rata (uji-t) data pre-test, post-test serta nilai gain hasil belajar dalam program SPSS versi 15. Data pengujian hipotesis
dapat dilihat pada Lampiran 21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar