BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang,
tetapi kadang kala mengalami penurunan kualitas sehingga hancur perlahan-lahan
seiring dengan perkembangan zaman. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah
satu cara untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan turut mendukung perkembangan
kebudayaan pada arah yang positif. Pendidikan lebih bermakna apabila secara
pragmatis mendidik manusia dapat hidup sesuai dengan zamannya. Pendidikan harus
dilihat sebagai wahana untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan
guru menjalani dan mengawasi masalah kehidupan pada hari esok maupun masa depan
yang selalu berubah.
|
1
|
Seorang
siswa dalam belajar fisika dikatakan kurang berhasil apabila perubahan tingkah
laku yang terjadi belum mampu menentukan kebijaksanaannya untuk mencapai suatu
hasil yang telah ditetapkan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan.
Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yang
mempengaruhinya, diantaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran dan
lain-lain. Sesuai dengan observasi awal yang telah dilakukan di sekolah SMA
Swasta Muhammadiyah Kendari kelas XI disana
yang menjadi masalah utama
yaitu siswanya kurang aktif dalam tanya jawab baik antara siswa dengan siswa
maupun antara siswa dengan guru serta kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran
di dalam kelas sehingga hal inilah yang menjadi permasalahan utama bagi siswa
mengapa nilai rata-rata hasil pelajaran mereka sangat rendah terutama pada mata
pelajaran fisika yang merupakan mata pelajaran yang umum dikenal siswa
merupakan mata pelajaran yang paling sulit dan menakutkan. Sehingga untuk mengatasi
masalah tersebut, penggunaan metode pembelajaran yang tepat sangat diperlukan
sehingga nantinya bisa meningkatkan hasil belajar.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis telah
melakukan suatu penelitian dalam bentuk eksperimen dengan judul “Penerapan Metode Demonstrasi Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah Kendari Pada Materi Pokok Fluida”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, yang menjadi permasalahan dalam penelitian
ini adalah :
1. Bagaimana gambaran hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol sebelum pada materi pokok Fluida?
2. Bagaimana
gambaran hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah
pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk kelas eksperimen dan
model pembelajaran konvensional untuk kelas kontrol?
3.
Apakah
terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pre-test siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata pre-test siswa kelas kontrol pada materi
pokok Fluida?
4.
Apakah
nilai rata-rata post-test siswa kelas
eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata post-test siswa kelas kontrol pada
materi pokok Fluida?
5. Apakah peningkatan
hasil belajar (rata-rata gain) siswa
kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada rata-rata gain siswa kelas kontrol pada materi
pokok Fluida?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol sebelum pembelajaran pada materi pokok Fluida.
2. Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol setelah pembelajaran pada materi pokok Fluida.
3. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara nilai
rata-rata pre-test siswa kelas
eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida.
4. Untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara nilai
rata-rata post-test siswa kelas
eksperimen dan nilai rata-rata post-test
siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida.
5.
Untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar (rata-rata gain) siswa kelas eksperimen dengan peningkatan hasil belajar
(rata-rata gain) siswa kelas kontrol
pada materi pokok Fluida.
D. Manfaat Penelitian
1.
Bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai masukan dan
sumbangan positif bagi kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan yang
mengarah kepada peningkatan kompetensi lulusan dengan daya saing tinggi
khususnya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada umumnya.
2.
Bagi guru, dapat dijadikan sebagai masukan yang
berarti dalam upaya memperluas wawasan dan pengetahuan tentang metode-metode
pembelajaran umumnya dan metode demonstrasi
khususnya, yang dapat digunakan dalam mengajarkan mata pelajaran fisika,
sehingga menjadi salah satu metode pembelajaran alternatif untuk meningkatkan motivasi
dan hasil belajar Fisika siswa kelas XI SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
3.
Bagi siswa, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran
dalam dirinya tentang bagaimana pentingnya pelajaran sehingga terbangun
partisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang menyenangkan dan
mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
4.
Bagi penelitian bidang sejenis, hasil penelitian ini
diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dan masukan untuk penelitian
selanjutnya
E. Definisi Operasional
1. Metode demonstrasi adalah metode penyajian
pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu
proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan.
2. Hasil
belajar sains fisika merupakan hasil yang dicapai siswa melalui tes hasil
belajar sains fisika pada pokok bahasan Fluida statis dan Fluida dinamis pada akhir pembelajaran baik yang diajar
dengan metode demonstrasi maupun yang diajar dengan model pembelajaran
konvensional, berdasarkan hasil ujian post-test
yang diikuti oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol.
3. Model pembelajaran konvensional adalah suatu pengajaran secara
klasik dimana siswa belajar tanpa adanya ketergantungan pada strategi tugas dan
tujuan pengajaran atau dengan kata lain pembelajaran konvensional
merupakan sistem pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar