Cari Blog Ini

Selasa, 24 Maret 2015

BAB I



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, tetapi kadang kala mengalami penurunan kualitas sehingga hancur perlahan-lahan seiring dengan perkembangan zaman. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. Pendidikan lebih bermakna apabila secara pragmatis mendidik manusia dapat hidup sesuai dengan zamannya. Pendidikan harus dilihat sebagai wahana untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan guru menjalani dan mengawasi masalah kehidupan pada hari esok maupun masa depan yang selalu berubah.
1
Salah satu upaya untuk meningkatan mutu pendidikan yaitu dengan melalui proses pembelajaran di sekolah. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi pengalihan pengetahuan yang terdiri dari berbagai komponen komunikasi yang saling berinteraksi secara terpadu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU Sisdiknas, 2003: 6). Pada tahun 2006, Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan dan mengevaluasi Standar Nasional Pendidikan telah menyusun contoh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilengkapi dengan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tujuan pembelajaran sains di SMA/MA antara lain memberikan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, prinsip dan konsep sains serta keterkaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat serta memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam merencanakan dan melakukan kerja ilmiah untuk membentuk sikap ilmiah (Depdiknas, 2006).
Seorang siswa dalam belajar fisika dikatakan kurang berhasil apabila perubahan tingkah laku yang terjadi belum mampu menentukan kebijaksanaannya untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yang mempengaruhinya, diantaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran dan lain-lain. Sesuai dengan observasi awal yang telah dilakukan di sekolah SMA Swasta Muhammadiyah Kendari kelas XI disana  yang menjadi masalah utama yaitu siswanya kurang aktif dalam tanya jawab baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru serta kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas sehingga hal inilah yang menjadi permasalahan utama bagi siswa mengapa nilai rata-rata hasil pelajaran mereka sangat rendah terutama pada mata pelajaran fisika yang merupakan mata pelajaran yang umum dikenal siswa merupakan mata pelajaran yang paling sulit dan menakutkan. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan metode pembelajaran yang tepat sangat diperlukan sehingga nantinya bisa meningkatkan hasil belajar.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis telah melakukan suatu penelitian dalam bentuk eksperimen dengan judul “Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IPA SMA Swasta Muhammadiyah  Kendari Pada Materi Pokok Fluida”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas,  yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1.      Bagaimana gambaran hasil belajar  fisika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum pada materi pokok Fluida?
2.      Bagaimana gambaran hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi untuk kelas eksperimen dan model pembelajaran konvensional untuk kelas kontrol?
3.      Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pre-test siswa kelas eksperimen dengan nilai rata-rata pre-test siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida?
4.      Apakah nilai rata-rata post-test siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata post-test siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida?
5.      Apakah  peningkatan hasil belajar (rata-rata gain) siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada rata-rata gain siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida?
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum pembelajaran pada materi pokok Fluida.
2.      Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah pembelajaran pada materi pokok Fluida.
3.      Untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara nilai rata-rata pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida.
4.      Untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara nilai rata-rata post-test siswa kelas eksperimen dan nilai rata-rata post-test siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida.
5.      Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar (rata-rata gain) siswa kelas eksperimen dengan peningkatan hasil belajar (rata-rata gain) siswa kelas kontrol pada materi pokok Fluida.
D.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai masukan dan sumbangan positif bagi kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kompetensi lulusan dengan daya saing tinggi khususnya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada umumnya.
2.      Bagi guru, dapat dijadikan sebagai masukan yang berarti dalam upaya memperluas wawasan dan pengetahuan tentang metode-metode pembelajaran umumnya dan metode demonstrasi khususnya, yang dapat digunakan dalam mengajarkan mata pelajaran fisika, sehingga menjadi salah satu metode pembelajaran alternatif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Fisika siswa kelas XI SMA Swasta Muhammadiyah Kendari.
3.      Bagi siswa, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam dirinya tentang bagaimana pentingnya pelajaran sehingga terbangun partisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang menyenangkan dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
4.      Bagi penelitian bidang sejenis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dan masukan untuk penelitian selanjutnya
E.     Definisi Operasional
1.      Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan.
2.      Hasil belajar sains fisika merupakan hasil yang dicapai siswa melalui tes hasil belajar sains fisika pada pokok bahasan Fluida statis dan Fluida dinamis  pada akhir pembelajaran baik yang diajar dengan metode demonstrasi maupun yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, berdasarkan hasil ujian post-test yang diikuti oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol.
3.      Model pembelajaran konvensional adalah suatu pengajaran secara klasik dimana siswa belajar tanpa adanya ketergantungan pada strategi tugas dan tujuan pengajaran atau dengan kata lain pembelajaran konvensional merupakan sistem pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar