BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi Hasil Penelitian
1.
Deskripsi Hasil Belajar Siswa
Data hasil pengolahan skor pre-test, post-test dan gain hasil belajar siswa pada materi pokok
fluida pada kelas eksperimen dan kelas kontrol selengkapnya dapat di lihat pada
Lampiran – 18.
Tabel
4.1. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
|
NILAI
|
KELAS
EKSPERIMEN
|
KELAS
KONTROL
|
||||
|
Pre-test
|
Post-
test
|
gain
|
Pre-test
|
Post-test
|
gain
|
|
|
Maksimum
|
46
|
75
|
0,61
|
54
|
75
|
0,67
|
|
Minimum
|
25
|
54
|
0,27
|
25
|
46
|
0,15
|
|
Rata-rata
|
33
|
64
|
0,45
|
37
|
58
|
0,33
|
|
SD
|
6
|
5
|
0,09
|
7,6
|
7
|
0,13
|
|
N
|
20
|
22
|
||||
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor maksimum pre-test kelas eksperimen dan kelas
kontrol masing-masing 46 dan 54 sedangkan skor minimum pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 25. Kemudian
dilakukan test setelah proses pembelajaran berlangsung (post-test)
nilai maksimum siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing adalah 75.
Sementara itu pula, nilai minimum kelas eksperimen dan kelas kontrol dari hasil
post-test masing-masing 54 dan 46.
Nilai rata-rata pre-test siswa kelas
eksperimen sebesar 33 dan nilai rata-rata
pre-test pada kelas kontrol sebesar 37, sedangkan skor
rata-rata post-test pada kelas
eksperimen sebesar 64 dan skor rata-rata
post-test kelas kontrol sebesar 58. Dari tabel diatas pula diperoleh bahwa standar
deviasi kelas eksperimen dan kelas kontrol dari hasil pre-test sebesar 6 dan 7,6 sedangkan setelah dilakukan post-test diperoleh standar deviasi
untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebesar 5 dan 7.
Untuk lebih jelasnya deskripsi hasil belajar siswa
kelas eksperimen maupun kelas kontrol ditampilkan pada gambar 4.1 berikut ini:
Gambar 4.1 Profil Peningkatan
Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Siswa Kelas Kontrol
Sedangkan pengkategorian perolehan untuk kelas
eksperimen maupun kelas kontrol di sajikan pada Tabel berikut:
Tabel 4.2. Deskripsi
Pengkategorian Data Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
|
Nilai Interval
|
Kategori
|
Hasil Belajar
|
|||||||
|
Kelas
Eksperimen
|
Kelas Kontrol
|
||||||||
|
Pre-test
|
Post-test
|
Pre-test
|
Post-test
|
||||||
|
f
|
%
|
f
|
%
|
f
|
%
|
f
|
%
|
||
|
0 - 40
|
Gagal
|
11
|
37.93
|
0
|
0
|
8
|
26.67
|
0
|
0
|
|
41 - 55
|
Kurang
|
12
|
41.38
|
0
|
0
|
14
|
46.67
|
3
|
10
|
|
56 - 65
|
Cukup
|
6
|
20.69
|
3
|
10.34
|
7
|
23.33
|
18
|
60
|
|
66 - 80
|
Baik
|
0
|
0
|
23
|
79.31
|
1
|
3.33
|
9
|
30
|
|
81 - 100
|
Baik Sekali
|
0
|
0
|
3
|
10.34
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
29
|
100
|
29
|
100
|
30
|
100
|
30
|
100
|
|
Dari Tabel 4.2 diatas hasil belajar pre-test kelas eksprimen yang
memperoleh kategori gagal mencapai 37.93% sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 26.67%. Hasil
belajar pre- test dengan kategori kurang kelas eksperimen mencapai 41.38% sedangkan kelas
kontrol mencapai 46.67%. Selain itu, hasil belajar yang diperoleh dari pre-test kategori cukup kelas eksperimen
mencapai 20.69%, sedangkan kelas kontrol mencapai 23.33%. Sedangkan
untuk kategori baik tidak ditemukan pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas
kontrol 3.33%. Selain
itu terlihat pula bahwa baik kelas
eksperimen maupun kelas kontrol hasil belajar pre-tes kategori sangat baik sekali tidak ada sama sekali .
Demikian juga dari Tabel 4.2 diungkapkan pula hasil
belajar post-test kategori gagal
tidak ditemukan baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Untuk kategori
kurang hasil belajar post-test kelas
eksperimen tidak ditemukan, sedangkan pada kelas kontrol mencapai 10%.
Sementara itu hasil belajar post-test
kategori cukup kelas eksperimen 10.34 % sedangkan kelas kontrol mencapai 60%. Untuk
hasil belajar post-test kategori baik
kelas eksperimen mencapai 79.31% sedangkan kelas kontrol mencapai 30%.
Sementara itu, hasil belajar post-test
kategori baik sekali untuk kelas eksperimen diperoleh 10.34%, sedangkan
pada kelas kontrol tidak ditemukan.
Untuk lebih jelasnya deskripsi hasil belajar siswa
kelas eksperimen dan kelas kontrol ditampilkan pada gambar 4.2 berikut ini:
Gambar 4.2 Profil
Hasil Belajar Pre-test Siswa Kelas
Eksperimen dan Siswa Kelas Kontrol
Dari grafik diatas terlihat bahwa hasil pre test kategori gagal kelas eksperimen
persentasenya lebih besar dari pada kelas kontrol. Sementara itu pula hasil pre test kategori kurang untuk kelas
eksperimen lebih besar persentasenya dari kelas kontrol. Berikut ini di
perlihatkan pula deskripsi hasil belajar post
test kelas eskperimen dan kelas kontrol dalam Gambar 4.3 berikut ini :
Gambar 4.3 Profil
Hasil Belajar Post-test Siswa Kelas
Eksperimen dan Siswa Kelas Kontrol
Untuk melihat pengkategorian peningkatan hasil belajar (gain) yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol,
dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3
Pengkategorian Peningkatan Hasil Belajar (gain)
Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
|
Interval Nilai
|
Kategori
|
Gain
|
|||
|
Kelas
Eksperimen
|
Kelas Kontrol
|
||||
|
f
|
%
|
f
|
%
|
||
|
0 < g < 0,3
|
Rendah
|
0
|
0
|
17
|
56.67
|
|
0,3 < g < 0,7
|
Sedang
|
28
|
96.55
|
13
|
43.33
|
|
0,7 < g < 1
|
Tinggi
|
1
|
3.45
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
|
29
|
100
|
30
|
100
|
Dari Tabel 4.3 jika di plot dalam garfik akan nampak seperti
grafik berikut:
Gambar 4.4 Profil
peningkatan gasil belajar (gain)
kelas eksperimen dan kelas kontrol
Dari grafik diatas dapat dilihat dengan jelas untuk
persentase peningkatan hasil belajar dengan kateogri rendah, sedang dan tinggi.
Hasil belajar dengan kategori rendah gain
kelas eksperimen tidak ada sedangkan kelas eksperimen mencapai 56,67%. Gain hasil belajar dengan kategori sedang
kelas eksperimen mencapai 96,55 % sedangkan kelas kontrol mencapai 43,33%. Untuk gain kategori tinggi pada kelas
eksperimen mencapai 3,45% sedangkan pada kelas kontrol tidak ada.
2.
Deskripsi Hasil Analisis
Inferensial
a)
Analisis Dasar-Dasar Statistik
1)
Uji Normalitas Data
Hasil uji normalitas data hasil belajar Fisika siswa
kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol
(Lampiran – 19), secara singkat disajikan
pada Tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4. Hasil
Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Kelas Ekeperimen dan Kelas Kontrol
Catatan: Varians data hasil belajar
akan terdistribusi normal jika
signfikansi > α dimana α = 0,05. Dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk
2)
Uji Homogenitas Varians Data
Hasil uji homogenitas varians data hasil belajar Fisika
siswa kelas eksperimen dan siswa kelas
kontrol (Lampiran - 20), secara
singkat disajikan pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Hasil
Uji Homogenitas Varians Data Pre-Test Kelas Ekeperimen dan Kelas Kontrol
Test
of Homogeneity of Variances
|
|
Levene Statistic
|
df1
|
df2
|
Sig.
|
|
pre test
|
.713
|
1
|
40
|
.403
|
|
Post Test
|
.673
|
1
|
40
|
.417
|
|
Gain
|
4.250
|
1
|
40
|
.056
|
Catatan: Varians data hasil belajar akan homogen jika signfikansi
> α dimana α = 0,05. Dilakukan dengan uji Anova
b)
Pengujian Hipotesis
Penelitian
1)
Pengujian Hipotesis Pertama
Dari
hasil uji beda rata-rata data pre-test
kelas eksperimen dan data pre-test
kelas kontrol dengan menggunakan SPSS
Versi 15 diperoleh signifikansi 0,403. Karena diperoleh signifikansi > α dimana α
= 0,05 maka dapat disimpulkan
bahwa Ho diterima dan tolak H1 artinya tidak ada
perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pre-test siswa pada kelas eksperimen dan nilai rata-rata pre-test siswa kelas kontrol.
2)
Pengujian Hipotesis Kedua
Hasil uji beda rata-rata
data post-test siswa
kelas eksperimen dan data post-test
siswa kelas kontrol dengan menggunakan SPSS
Versi 15 diperoleh signifikansi 0,417. Diperoleh signifikansi > α dimana α
= 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan terima H1,
artinya rata-rata hasil belajar (post-test)
siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada rata-rata hasil
belajar (post-test) siswa kelas
kontrol.
3)
Pengujian Hipotesis Ketiga
Hasil uji beda rata-rata
data gain siswa kelas eksperimen dan
data gain siswa kelas kontrol dengan
menggunakan SPSS Versi 15 diperoleh
signifikansi 0,056. Karena diperoleh signifikansi > α dimana α
= 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan terima H1,
artinya rata-rata data gain hasil
belajar siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dari pada rata-rata data gain hasil belajar siswa kelas kontrol.
B. Pembahasan
Salah
satu faktor yang berpengaruh terhadap proses belajar mengajar adalah strategi
dalam memberikan materi pelajaran terhadap siswa dengan tepat sehingga membangkitkan perhatian
dan hasil belajar siswa selama proses belajar berlangsung. Untuk menunjukkan
asumsi ini maka perlu dilakukan pembelajaran dengan metode
demonstrasi pada kelas eksperimen dan model pembelajaran konvesional pada kelas
kontrol. Sebagai upaya membandingkan efektivitas antara model pembelajaran
konvensional dengan penggunaan metode demonstrasi maka pada awal pembelajaran
diadakan pre-test dan pada akhir
pembelajaran diadakan post-test. Guna
mendeskripsikan hasil belajar siswa dilakukan analisis deskriptif terhadap hasil pre-test dan post-test,
selanjutnya untuk menyimpulkan bahwa antara model pembelajaran konvensional
dengan metode demonstrasi berbeda secara signifikan atau tidak maka dilakukan
analisis inferensial.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap hasil belajar baik sebelum dan
sesudah pembelajaran, diperoleh gambaran bahwa secara umum hasil belajar siswa
sebelum pembelajaran pada materi pokok fluida sebagian besar termasuk dalam kategori kurang dan tidak
seorangpun siswa yang memiliki nilai kategori baik sekali, baik itu hasil
belajar siswa kelas eksperimen maupun hasil belajar siswa kelas kontrol.
Kurangnya hasil belajar siswa sebelum pembelajaran pada materi pokok fluida disebabkan
oleh adanya faktor alamiah yaitu para
siswa yang diuji belum mendapatkan materi tentang fluida tersebut secara detail
sehingga pemahaman dan pengetahuan mereka tentang tekanan masih sangat
terbatas.
Setelah pembelajaran fisika pada materi fluida, siswa
kelas eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar, atau dapat dikatakan
bahwa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terjadi suatu kemajuan dimana
rata-rata hasil post-test siswa lebih
baik dari hasil pre-test siswa, meskipun
peningkatan hasil belajar pada kedua kelas tersebut secara kuantitatif tidak
sama.
Perbedaan
peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada kedua sampel ini tentunya
disebabkan oleh pemberian perlakuan (treatmen)
yang berbeda. Dalam proses belajar mengajar guru menjelaskan materi dengan
memperlihatkan secara langsung alat atau proses dari suatu kejadian atau
pembuktian dari suatu teori, sehingga siswa secara lansung dapat melihat dan
memperhatikan secara langsung prinsip/ cara kerja dari alat tersebut. Pada
penerapan metode demonstrasi ini
secara individual, siswa dapat membandingkan antara pengetahuan yang mereka
miliki sebelum mengikuti pembelajaran dengan saat setelah siswa mengikuti
pembelajaran. Dalam strategi ini siswa dapat mengetahui sendiri perkembangan
kemampuannya dan meningkatkam kemampuannya secara optimal, sedangkan pada siswa
di kelas kontrol siswa hanya menerima pemaparan dari guru yang menerangkan di
depan.
Selain itu
dari penerapan metode demonstrasi ini juga terdapat peningkatan motivasi siswa
dalam mengikuti proses pembelajaran, itu terilhat dari salah seorang siswa
putra yang juga merupakan ketua kelas dari kelas XI IPA2 yang
awalnya jarang mengikuti proses pembelajaran di kelas, namun selama pembelajaran
dengan menerapakan metode demonstrasi dalam proses pembelajaran siswa tersebut
ikut dalam proses pembelajaran.
Dengan memperhatikan uraian di atas tampak bahwa dengan
menggunakan strategi pembelajaran dengan metode demonstrasi dalam proses
pembelajaran dapat memberikan perbedaan hasil belajar fisika siswa yang diajar
dengan model pembelajaran konvensional serta memotivasi siswa untuk mengikuti
proses pembelajaran.. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan metode
demonstrasi harus dapat dioptimalkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar
siswa khususnya untuk mata pelajaran fisika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar